Dua entitas musik indie pop asal Lampung, Grub Sebelah dan Tenungkara, bertemu dalam sebuah kolaborasi emosional bertajuk “Bersandar”, yang resmi dirilis pada 3 April 2026 di berbagai platform musik digital.
Grub Sebelah dikenal melalui pendekatan musikal yang reflektif dan jujur, dengan lirik-lirik yang sering berbicara tentang relasi manusia, kelelahan emosional, serta kebutuhan akan ruang aman dalam kehidupan sehari-hari. Sementara itu, Tenungkara—duo synth-pop indie asal Bandar Lampung—membawa warna musikal yang atmosferik, dreamy, dan intim, dengan lirik yang terasa personal seperti percakapan kecil di penghujung hari.
Pertemuan dua karakter musikal ini melahirkan “Bersandar”, sebuah lagu yang bercerita tentang siklus kelelahan yang sering dialami banyak orang: pagi yang terasa berat, sore yang dipenuhi tekanan, hingga malam ketika pikiran tidak lagi mampu berhenti bekerja.
Lagu ini lahir dari kebutuhan sederhana namun sering terabaikan—mengakui rasa lelah tanpa merasa bersalah, serta menemukan tempat pulang, baik pada seseorang, pada keheningan, maupun pada diri sendiri.
“Lagu ini kami tulis sebagai ruang pulang. Ruang untuk berhenti sejenak, menerima lelah, dan tidak harus selalu terlihat kuat,” ungkap Kiki, nama panggilan KINANTI DWI RAHESTI penulis dan vokalis dari Grub Sebelah.
Dalam proses kolaborasinya, kedua proyek ini menghadirkan karakter yang saling melengkapi. Grub Sebelah membawa pendekatan lirik yang membumi dan reflektif, sementara Tenungkara menghadirkan lapisan emosi yang lebih atmosferik melalui nuansa synth-pop yang lembut.
Aransemen lagu dibangun secara minimalis dan hangat, memberi ruang bagi emosi untuk tumbuh secara perlahan. Hasilnya adalah komposisi yang terasa lapang dan intim—seolah menjadi ruang aman bagi pendengar yang sedang mencari tempat untuk berhenti sejenak.
“Bagi kami, Bersandar adalah tentang memberi ruang. Ruang untuk diam, ruang untuk lelah, dan ruang untuk merasa aman tanpa perlu menjelaskan apa pun,” ujar Ashareno dari Tenungkara.
Nuansa tersebut juga tercermin pada artwork resmi “Bersandar” yang didominasi warna ungu dengan ilustrasi dua figur yang saling berpelukan di tengah ruang hening. Visual ini merepresentasikan rasa aman, keintiman, serta kebutuhan manusia untuk saling menopang di tengah kelelahan hidup.
Artwork tersebut digarap oleh Akbar, seniman muda asal Pringsewu yang menerjemahkan emosi lagu menjadi visual yang tenang dan intim.
“Artwork ini saya bayangkan sebagai ruang diam. Pelukan di dalam visual tersebut merepresentasikan kebutuhan manusia untuk saling menguatkan, terutama saat kata-kata sudah tidak lagi cukup,” jelas Akbar.
Secara kreatif, lirik “Bersandar” ditulis oleh Andriyanto dan Kinanti Dwi Rahesti, dengan komposisi oleh Kinanti Dwi Rahesti. Proses produksi, mixing, dan mastering ditangani oleh Ashareno Nurpratama, yang merancang aransemen secara sederhana namun atmosferik.
Vokal utama dibawakan oleh Kinanti Dwi Rahesti dan Bela Octhi Forisa, menghadirkan karakter vokal yang lembut, tenang, dan penuh empati. Permainan gitar oleh Muhammad Dzikri Robbany dan Ashareno Nurpratama hadir secara minimalis dan atmosferik, memperkuat nuansa emosional tanpa mendominasi komposisi.
Sementara itu, fondasi ritme dibangun melalui permainan bass oleh Andriyanto yang hangat dan stabil, serta drum minimalis dari Arif Iqbal Firmansyah yang menjaga dinamika lagu tetap tenang dan mengalir.
Melalui “Bersandar”, Grub Sebelah dan Tenungkara berharap lagu ini dapat menjadi teman bagi siapa pun yang sedang menjalani hari-hari berat—sebuah pengingat bahwa beristirahat dan bersandar bukanlah tanda menyerah, melainkan bagian dari cara kita bertahan.
________________________________________
Tentang Grub Sebelah
Terbentuk di Pringsewu, Lampung pada 2017, Grub Sebelah merupakan band indie pop yang dikenal dengan pendekatan songwriting yang reflektif dan storytelling yang dekat dengan kehidupan sehari-hari.
Mereka mulai mendapat perhatian nasional ketika single “Teruntuk Pejalan Yang Diharap Lekas Pulang” masuk ke editorial playlist New Music Friday Indonesia di Spotify. Selain itu, pada tahun 2020 Grub Sebelah juga mewakili Indonesia dalam album kompilasi internasional “SEED” dengan lagu “The Beauty of a Rainbow.”
Band ini juga pernah tampil dalam showcase kurasi seperti Irama Kotak Suara x Emerging Showcase di M Bloc Space, Jakarta, serta terpilih sebagai Top 15 Finalist Soundroom Audition, sebuah program musik nasional yang berkolaborasi dengan Authenticity dan festival Pestapora.
Dengan aransemen indie pop yang melodis dan lirik yang introspektif, Grub Sebelah menjadi bagian dari gelombang baru musisi independen yang berkembang dari skena musik regional Indonesia.
________________________________________
Tentang Tenungkara
Tenungkara adalah duo synth-pop indie asal Bandar Lampung yang terbentuk pada tahun 2022, beranggotakan Bela Octhi (vokal) dan Reno / Ashareno (gitar & produksi).
Musik Tenungkara dikenal melalui nuansa dreamy synth-pop, atmosfer elektronik yang hangat, serta lirik-lirik yang berbicara tentang penantian, harapan, anxiety, dan refleksi diri.
Karya-karya mereka seperti “Tetap Buka Matamu,” “I'm Your Comfort Zone,” “Jalan Tengah,” hingga “Caya Saranya” menunjukkan karakter musikal yang modern namun tetap intim.
Tenungkara juga aktif tampil di berbagai acara musik lokal seperti Lampung Post Garden Fest, Pekan Raya Lampung (pembuka Juicy Luicy), serta Sigerfest, sekaligus terus membangun komunitas pendengar melalui rilisan independen di platform digital.
- Di distribusikan oleh Sintesa Pro -